Perusahaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P3MI) merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang penyediaan tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di luar negeri secara legal dan terjamin. P3MI berperan penting dalam menjembatani kebutuhan tenaga kerja dari berbagai negara dengan potensi sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan siap kerja.
Seiring dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja Indonesia di sektor formal maupun informal di berbagai negara seperti Malaysia, Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Timur Tengah, pendirian perusahaan P3MI menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Selain memberikan keuntungan finansial, bisnis ini juga memiliki dampak sosial yang besar dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan sistem yang terstruktur, legalitas yang lengkap, serta dukungan teknologi dan pelatihan yang memadai, perusahaan P3MI dapat menjadi solusi terpercaya dalam penempatan tenaga kerja Indonesia secara aman, profesional, dan berkelanjutan.
Peningkatan kebutuhan tenaga kerja Indonesia di luar negeri membuka peluang bisnis yang menjanjikan dalam bidang penempatan dan perlindungan tenaga kerja. P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) hadir sebagai solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut secara legal dan profesional.
Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dalam bidang ketenagakerjaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,46 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,85%. Artinya, sekitar 5 dari setiap 100 orang angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan.
Di sisi lain, permintaan tenaga kerja Indonesia di luar negeri menunjukkan potensi yang sangat besar. Menurut Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), hingga pertengahan tahun 2025 terdapat 1,7 juta permintaan tenaga kerja dari berbagai negara, namun Indonesia baru mampu mengisi sekitar 297.000 posisi. Ini berarti terdapat 1,4 juta peluang kerja yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Jumlah pekerja migran Indonesia di luar negeri pada tahun 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 534.000 orang. Pemerintah menargetkan penempatan 425.000 pekerja migran baru sepanjang tahun ini.
Data Terbaru Pekerja Migran Indonesia (PMI) 2025
Negara Tujuan Populer PMI
PMI tersebar di berbagai negara, terutama:
Daerah Asal PMI Terbanyak
Beberapa kota dan kabupaten di Indonesia menjadi sumber utama PMI:
Perlindungan dan Tantangan
Pemerintah melalui Kementerian P2MI terus memperkuat perlindungan bagi PMI, termasuk:
Dalam konteks ini, pendirian Perusahaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P3MI) yang akan dimiliki oleh para Pekerja Migran Indonesia dan calon Pekerja Migran Indonesia menjadi solusi strategis dan peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan menjadi bagian dari pemilik saham para Pekerja Migran Indonesia dan calon Pekerja Migran akan memberikan manfaat yang diantaranya adalah:
Menjadi perusahaan penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia (P3MI) yang terpercaya, profesional, dan berdaya saing global dalam menyediakan tenaga kerja berkualitas ke luar negeri secara legal dan aman.
Tujuan dari investasi ini adalah untuk mendirikan perusahaan P3MI yang profesional, legal, dan mampu memberikan pelayanan terbaik dalam penempatan serta perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
– Legalitas dan regulasi yang jelas
– Potensi SDM yang besar
– Dukungan teknologi
– Jaringan internasional
– Ketergantungan pada regulasi pemerintah
– Kebutuhan pelatihan intensif
– Biaya operasional awal yang tinggi
– Tingginya permintaan tenaga kerja Indonesia di luar negeri
– Dukungan pemerintah terhadap pekerja migran
– Digitalisasi proses rekrutmen
– Persaingan dengan P3MI lain
– Penempatan ilegal dan calo tenaga kerja
– Fluktuasi ekonomi global
1. Pengurusan Legalitas dan Perizinan
2. Pendirian Kantor dan Infrastruktur
3. Sistem Rekrutmen Terintegrasi
4. Pelatihan dan Pembekalan Tenaga Kerja
5. Kemitraan Internasional
6. Sistem Monitoring dan Perlindungan
7. Evaluasi dan Pengembangan Berkelanjutan
If you are potential investor and would like to enggage to get more business investment prospectus, please send to Mr.Nurudin Mubarak email: nurdin@globalkerja.com and Linkedin Profile Nurudin Mubarak
The proposed project aims to develop synergy and launch a human capital business development & deployment in the MENA region. The budget will optimize funding for the business establishment of the synergy business unit: 1. Start up cost (capital expenditure): Company establishment, bank guarantee, 5-years operational expenditure 2.Yearly operational expenditure 3.Emergency budget (equity).
| Year | Revenue | Expenses | Net Profit |
|---|---|---|---|
| 2025 | $50000 | $15000 | $35000 |
| 2026 | $60000 | $15000 | $45000 |
| 2027 | $60000 | $15000 | $45000 |
| 2028 | $60000 | $15000 | $45000 |
| 2029 | $60000 | $15000 | $45000 |
Based on market demand and pricing strategy, the business expansion is expected to generate $60,000–$120,000 annually by year three.
Projected sales: 600 job seekers hired by the company annually at an average price of $100–$150 per deployment.
| Year | Gross Profit | Net Profit | Loss (if any) |
|---|---|---|---|
| 2025 | $60,000 | $2,000 | $0 |
| 2026 | $60,000 | $2,000 | $0 |
| 2027 | $60,000 | $2,000 | $0 |
| 2028 | $60,000 | $2,000 | $0 |
| 2029 | $60,000 | $2,000 | $0 |
The project is expected to break even after acquiring 15,000 of job seekers hired by company, estimated within the first 36 months of operation.
Estimated ROI: 24% annually over 3 years, based on projected net profits and initial capital investment.
Projected IRR: 32% over a 5-year horizon, calculated using discounted cash flow analysis.
This website uses cookies.